Malam, malam ini, bulan purnama bersinar dengan terangnya. Bintang bertaburan, dan tidak ada penghalang untuk melihatnya. Awan bagaikan selendang putih menghiasi tepi langit dengan kelabu.
Memandang bulan dan semua keindahan itu dari atap rumah, menjadikan tenang hati seorang laki-laki yang memandangnya. Hatinya yang kelabu seakan menjadi cerah, dan sedamai malam itu. Mulanya, hatinya selalu bergemuruh dan otaknya selalu berputar, memikirkan masalah yang sedang Ia hadapi. Masalah yang tidak akan pernah bisa Ia selesaikan, karena masalah itu adalah masalah yang hanya bisa diselesaikan oleh orang yang dicintainya.
Tenang, damai, lepas, bebas. Perasaannya pada malam itu. Melupakan masalah berat yang harus dihadapinya. Beberapa detik memejamkan mata, dan tersadar, Ia hanyalah manusia kecil, lemah, dan rapuh dibawah bentangan langit malam yang luas nan indah. Langit malam yang membentang, dipenuhi bintang yang meramaikan, dan bulan yang menyinari. Sebuah paket yang sangat indah dan dikemas oleh sebuah tangan Yang Maha Agung.
“Yang Maha Agung” Kata kunci yang membuatnya tersadar. Betapa bodohnya Ia jika terus memikirkan masalah tersebut tanpa tahu rencana terbaik yang akan diberikan Yang Maha Agung kepadanya. Sebuah misteri di masa depan yang tidak Ia ketahui, tapi dapat Ia minta dan usahakan. Kekuatan besar itu begitu adil, begitu bijaksana, begitu menyayangi ciptaan-Nya dengan cara-Nya yang Ia kehendaki.
Sekilas Ia merenung mengingat masa-masa itu, tersenyum puas dan bahagia. Hatinya begitu rapuh, namun merasa kuat dengan apa yang baru saja Ia sadari. Kekuatan Besar akan membantunya. Seseorang tidak akan mendapatkan sebuah masalah, kecuali Ia bisa menyelesaikannya.
Tersenyum kecil dibawah keindahan malam. Nikmati badai dengan keikhlasan. Merasa yakin, semua gemuruh itu akan berlalu. Meminta dan berdoa, semoga Dia memberikan yang terbaik baginya. Yang akhirnya, laki-laki itu akan tersenyum bahagia. Hanya itu yang bisa Ia lakukan.